Dr Harold Long

Informasi Seputar Sepak Bola Terkini

Sports

Arsenal Terus Konsisten Menuju Quadruple

Arsenal Terus Konsisten Menuju Quadruple. Arsenal melanjutkan tren positif mereka dengan performa meyakinkan di berbagai kompetisi. Terbaru, The Gunners memastikan tempat di perempat final Liga Champions usai menundukkan Bayer Leverkusen dengan skor 2-0 pada leg kedua babak 16 besar, sekaligus unggul agregat 3-1, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB.

Kemenangan ini membuat pasukan Mikel Arteta semakin percaya diri, terlebih mereka juga masih kokoh di puncak klasemen Premier League dengan keunggulan sembilan poin.

Akhir pekan ini, Arsenal juga akan menghadapi Manchester City di final Carabao Cup, membuka peluang meraih trofi pertama musim ini.

Pekan Sempurna Arsenal

Arsenal bisa dibilang telah menyelesaikan dua dari tiga misi penting dalam sepekan krusial. Selain menjaga dominasi di liga domestik, mereka juga tampil solid di Eropa.

Meski demikian, para pendukung Arsenal masih berhati-hati dalam menaruh ekspektasi tinggi. Penantian panjang selama 22 tahun untuk gelar liga membuat optimisme belum sepenuhnya berubah menjadi keyakinan. Namun, performa tim sejauh ini menunjukkan minimnya tanda-tanda tekanan.

Di saat rival seperti Chelsea dan Manchester City mengalami hasil kurang memuaskan di kompetisi Eropa, Arsenal justru tampil konsisten dan mampu mengatasi tekanan dengan baik.

Arsenal Terus Konsisten Menuju Quadruple
paman empire

Gol Spektakuler Eze dan Rice

Kemenangan Arsenal atas Leverkusen tidak lepas dari dua gol indah yang dicetak Eberechi Eze dan Declan Rice.

Eze membuka keunggulan pada menit ke-36 lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut atas gawang. Gol tersebut menjadi bukti kualitas individu sekaligus solusi ketika skema bola mati Arsenal tidak berjalan efektif.

Sementara itu, Rice menggandakan keunggulan pada menit ke-63 dengan penyelesaian tenang ke sudut bawah gawang. Gol ini terlihat sederhana, namun menunjukkan kecerdasan dan ketenangan gelandang timnas Inggris tersebut.

Sebelum era Premier League, hanya ada satu kasus serupa yang melibatkan Liverpool pada musim 1982–1983.

Pada saat itu, tim Anfield hampir saja meraih quadruple, memimpin liga Inggris dengan selisih yang cukup besar. Mereka memenangkan Piala Liga setelah mengalahkan Manchester United 2-1 di final, tetapi kemudian tersingkir dari Piala FA oleh Brighton dan tersingkir di perempat final Liga Champions oleh Widzew Łodz.

Di era Premier League, konsep “quadruple” jarang dianggap serius. Bahkan tim legendaris Manchester United asuhan Alex Ferguson, meskipun memenangkan treble pada tahun 1999, tidak mampu bersaing di keempat kompetisi, tersingkir lebih awal dari Piala Liga.

Baca juga: Bodo/Glimt Gugur dengan Dramatis

Periode MU Capai Skenario

Musim 2008–2009 mungkin merupakan periode terdekat Manchester United untuk mencapai skenario ini. Saat itu, mereka memenangkan Liga Premier dan Piala Liga, serta mencapai semifinal Piala FA dan final Liga Champions.

Namun, Manchester United mengalami kekalahan beruntun melawan Everton dan FC Barcelona, ​​​​menghancurkan mimpi mereka untuk memenangkan empat trofi.

Kemudian, beberapa tim lain hampir mencapai tonggak sejarah ini, seperti Chelsea di bawah manajer Jose Mourinho pada musim 2006–2007, tetapi mereka hanya memenangkan dua piala domestik.

Persaingan sengit antara manajer Pep Guardiola dan Jurgen Klopp juga membuat dua kandidat hampir mewujudkan mimpi ini.

Pada musim 2018–2019, Man City memenangkan treble domestik tetapi tersingkir dari Liga Champions setelah kalah dari Tottenham Hotspur di perempat final.

Sementara itu, musim 2021–2022 Liverpool mungkin merupakan musim yang paling mendekati pencapaian “quadruple” (memenangkan keempat trofi). Mereka memenangkan kedua piala domestik, mencapai final Liga Champions, dan bersaing memperebutkan gelar Liga Premier hingga pertandingan terakhir.

Pada akhirnya, kekalahan dari Real Madrid di final Eropa dan disalip oleh Man City di liga domestik mengakhiri mimpi memenangkan empat trofi.

Kembali ke Arsenal untuk musim 2025–2026, jalan di depan masih sangat panjang. Mereka masih harus melewati babak gugur Liga Champions, final Piala Liga melawan Man City, pertandingan sulit di Piala FA, dan tahap akhir Liga Premier yang intens. Mainkan serunya permainan paman empire situs game utama untuk bermain seru hari ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *