Como vs Inter Milan
Como vs Inter Milan. Piotr Zielinski menegaskan tekad besar Inter Milan buat mengawinkan gelar dalam negeri masa ini. Sasaran double winner saat ini terletak seluruhnya di tangan para pemain Nerazzurri.
Langkah awal mengarah sasaran itu diawali pada Rabu( 4/ 3/ 2026) dini hari nanti. Inter hendak melawat ke markas Como buat melakoni leg awal semifinal Coppa Italia.
Keyakinan diri tim lagi besar usai membungkam Genoa 2 gol tanpa balas. Kemenangan itu jadi pelipur lara yang pas untuk para suporter setia.
Inter baru saja melewati masa susah akibat tersingkir dari Liga Champions. Klub asal Norwegia, Bodo/ Glimt, jadi wujud yang menjegal langkah mereka di kancah Eropa.
Head- to- head Como vs Inter Milan
Inter sanggup memenangkan 26 laga berbanding 6 kemenangan oleh Como dari total 38 kali mereka bentrok di seluruh kompetisi.
Apalagi Nerazzurri tidak sempat kalah dalam 14 duel terakhir melawan Lariani, plus tanpa kekalahan buat spesial 9 perjumpaan di Coppa Italia.
Sedangkan itu pertemuan terakhir mereka terjalin di ajang Serie A pada Desember 2025 yang berlangsung di San Siro, dimenangkan oleh Inter 4- 0.
Ancaman Nyata dari Tangan Dingin Fabregas
Inter dilarang menyepelehkan kekuatan tuan rumah walaupun berstatus tim promosi. Zielinski secara terbuka menyanjung mutu game yang diusung oleh Cesc Fabregas.
” Mereka mempunyai banyak mutu, jadi kami wajib menyimpan atensi,” tegas Zielinski.
Gelandang asal Polandia itu mengaku terkesan dengan organisasi game Como di lapangan. Baginya, mereka memainkan sepak bola yang luar biasa di dasar arahan pelatih hebat.
” Aku terpukau oleh organisasi mereka, mereka memainkan sepak bola fantastis dengan mutu menonjol,” puji si gelandang.

LAWAN: COMO
Sehabis mencapai kemenangan 3- 1 atas Lecce( gol dari Douvikas, Rodriguez, serta Kempf), Como asuhan Cesc Fàbregas melompati Juventus di klasemen Serie A, naik ke posisi kelima dengan 48 poin– satu poin lebih banyak dari Bianconeri. Dengan 46 gol yang dicetak, tim berjuluk Larian ini mempunyai serbuan terbaik ketiga di liga sehabis Inter serta Juventus. Di sisi lain, mereka mempunyai rekor pertahanan terbaik kedua dengan cuma kebobolan 20 gol, sama dengan AC Milan serta cuma satu gol lebih banyak dari Roma.
Dalam 5 pertandingan liga terakhir mereka, tim asuhan Fabregas sudah mengalahkan Lecce serta Juventus, bermain imbang dengan Atalanta serta AC Milan, serta kalah dari Fiorentina. Di Coppa Italia, Como sudah menempuh ekspedisi panjang, diawali dari babak awal: mereka mengalahkan Südtirol 3- 1 pada bulan Agustus( 2 gol Douvikas, Da Cunha) saat sebelum menghilangkan Sassuolo dengan kemenangan 3- 0 berkat 2 gol Rodriguez serta satu gol dari Douvikas. Lariani setelah itu mengeliminasi Fiorentina di babak 16 besar( 3- 1, gol dari Sergi Roberto, Nico Paz, serta Morata), diiringi oleh kemenangan adu penalti 7- 6 atas Napoli sehabis bermain imbang 1- 1 dalam 90 menit( gol Baturina).
Como diketahui dengan style game melanda berbasis kemampuan bola. Serta Fabregas mempraktikkan sistem 4- 2- 3- 1 yang mengandalkan keahlian serta imajinasi para pemainnya. Penyerang asal Yunani, Tasos Douvikas, mengetuai catatan pencetak gol dengan 2 belas gol di seluruh kompetisi, diiringi oleh Nico Paz dengan 10 gol.
Baca juga: MotoGP Thailand 2026 : Hadirkan Fakta Unik
Keadaan Tim Siap Bertempur
Memandang laga kontra Nerazzurri, Fabregas membenarkan para pemainnya dalam keadaan siap serta sudah mempersiapkan diri dengan baik.” Tim dalam keadaan baik, mereka lagi memulihkan diri. Kami sudah mempersiapkan pertandingan dengan sangat cermat,” tandasnya. Dia merasa laga melawan Inter tidaklah partai sembarangan mengingat calon lawan mereka ialah si pemuncak klasemen Serie A masa ini. Tidak hanya itu, Como pula mempunyai memori kurang baik masa ini kala mengalami Inter Milan dikala dibantai 0- 4 pada 7 Desember kemudian. Dapatkan hadiah besar bersama Abang Empire situs resmi dan menang besar hari ini!