David Odogu Jadi Lirikan AC Milan
David Odogu Jadi Lirikan AC Milan. Sebelum meresmikan kedatangan bek 19 tahun David Odogu, manajemen AC Milan ternyata sempat melirik salah satu nama tenar dari Timnas Prancis di detik-detik penutupan bursa transfer musim panas. Drama transfer memang mewarnai Rossoneri hingga hari terakhir jendela musim panas 2025-2026. Fokus AC Milan kala itu jelas yakni mencari tambahan di tiga posisi krusial yang disebut Fabio Capello sebagai kebutuhan mutlak. Para pemain yang jadi incaran AC Milan adalah bek tengah, gelandang tengah, dan penyerang. Hasilnya, hanya dua sektor yang terisi. Adrien Rabiot resmi bergabung dengan kontrak tiga tahun, sementara di lini belakang Milan memilih mendatangkan David Odogu, bek 19 tahun asal Bundesliga yang penuh potensi, meski masih diragukan dari sisi pengalaman.
Sebelum jatuh pada Odogu, Milan sempat dikaitkan dengan Manuel Akanji dan Joe Gomez. Namun, keduanya urung didapat. Di saat terakhir, nama Presnel Kimpembe dari Paris Saint-Germain muncul sebagai opsi serius.
AC Milan sempat mencoba datangkan Thilo Kehrer dari AS Monaco, tapi akhirnya resmi mengamankan bek muda David Odogu dari Wolfsburg.
Menjelang penutupan bursa transfer musim panas, AC Milan sibuk mencari bek tengah baru. Rossoneri butuh tambahan amunisi setelah Malick Thiaw resmi hengkang ke Newcastle.
Lini belakang Milan langsung jadi sorotan setelah kepergian Thiaw. Klub tidak ingin kehilangan keseimbangan di sektor pertahanan, terlebih musim panjang segera dimulai.
Beberapa opsi sempat dibuka Milan dalam negosiasi cepat. Dari Inggris sampai Prancis, Rossoneri menyiapkan sejumlah target untuk dibawa ke San Siro.
Namun, tidak semua upaya berjalan mulus. Waktu yang semakin sempit membuat Milan harus mengambil keputusan cepat agar tak menutup bursa dengan tangan kosong.
Rossoneri Amankan Jasa David Odogu
Di hari terakhir bursa transfer, AC Milan resmi mendapatkan bek baru. Rossoneri memboyong David Odogu, pemain muda berusia 19 tahun dari Wolfsburg.
Transfer ini memakan biaya sekitar tujuh juta euro plus bonus tiga juta euro. Angka itu dianggap sebagai investasi yang sepadan untuk pemain dengan potensi besar.
Odogu datang dengan status sebagai salah satu bek muda menjanjikan asal Jerman. Milan menaruh harapan tinggi agar sang pemain bisa beradaptasi cepat dengan atmosfer Serie A.
Dengan masuknya Odogu, stok bek tengah Milan kembali terisi. Rossoneri kini memiliki kombinasi pengalaman dan darah segar di lini pertahanan mereka.

Thilo Kehrer Sempat Jadi Incaran
Meski akhirnya mengunci transfer Odogu, Milan sempat mencoba memboyong nama lain. Menurut informasi dari Fabrizio Romano, Rossoneri mengejar Thilo Kehrer dari AS Monaco.
Kehrer merupakan bek berusia 27 tahun dengan pengalaman bermain di PSG, West Ham, hingga timnas Jerman. Rekam jejaknya membuat Milan tertarik untuk menambah soliditas pertahanan.
Sayangnya, Monaco menolak semua pendekatan dari Milan. Klub Ligue 1 itu bersikeras mempertahankan Kehrer yang masih terikat kontrak hingga Juni 2028.
“AC Milan sempat mencoba merekrut Thilo Kehrer dari Monaco, tapi tawaran mereka ditolak. Monaco memutuskan tetap mempertahankannya,” ungkap Fabrizio Romano di X.
Menurut laporan L’Equipe, Milan menunjukkan ketertarikan nyata kepada bek berusia 30 tahun itu. Kimpembe dinilai ideal karena berpengalaman, dominan dengan kaki kiri, serta mampu menambah kedalaman lini pertahanan. Sayangnya, waktu yang sempit membuat negosiasi tak pernah benar-benar terwujud. Kini, Kimpembe tetap bertahan di PSG, sementara Milan harus puas dengan Odogu sebagai senjata baru di jantung pertahanan. Meski begitu, peluang untuk kembali membuka pembicaraan di masa depan tetap terbuka, mengingat profil Kimpembe yang turut membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 itu, sangat sesuai dengan kebutuhan Rossoneri.
Baca juga: Gattuso Bisa Bawa Harapan Baru Bagi Italia
Siap Tampil Kompetitif
Dalam konferensi persnya, Odogu menekankan bahwa ia datang ke Milan bukan hanya untuk menimba ilmu, tapi juga untuk bersaing dan membuktikan diri.
“Saya ingin tetap rendah hati, bekerja keras, belajar setiap hari, dan berkembang. Saya seorang bek tengah yang senang terlibat dalam duel, menjaga clean sheet, dan memimpin lini belakang. Suka bermain dengan fisik dan mentalitas menang,” tegasnya.
Meski masih muda, Odogu punya rekam jejak cukup meyakinkan. Ia adalah bagian dari tim nasional Jerman U-19 yang menjuarai Piala Dunia U-19. Pengalaman itu menjadi modal berharga baginya menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi.
“Itu pengalaman luar biasa. Saya jadi tahu saya bisa bersaing dengan pemain top seperti Cubarsi dan Estevão yang juga tampil di turnamen itu. Sekarang saatnya membuktikan bahwa saya bisa setara dengan mereka di level senior.”
Tantangan di Bawah Asuhan Allegri
Musim ini, AC Milan di bawah Max Allegri tampil fleksibel, kadang bermain dengan tiga bek, kadang dengan empat. Odogu menyatakan siap menjalankan peran apa pun yang diberikan pelatih.
“Saya tahu tekanan di klub besar seperti Milan akan selalu ada. Tapi justru itu yang memotivasi saya. Saya ingin bicara lewat performa di atas lapangan,” tutupnya. Mainkan permainan sportsbook bersama naga empire link gampang menang hari ini!