Dr Harold Long

Informasi Seputar Sepak Bola Terkini

Sports

Liverpool Dapat Kritik Berulang Kali Ceroboh

Liverpool Dapat Kritik Berulang Kali Ceroboh. Liverpool kembali kandas menggunakan momentum kala cuma sanggup bermain imbang 3- 3 melawan Leeds United dalam laga penuh drama di Elland Road. Pertandingan yang sepatutnya jadi peluang buat bangkit malah menaikkan deret kekecewaan masa ini.

The Reds pernah mengetuai 2 kali, tetapi rapuhnya konsentrasi membuat mereka kembali kehabisan poin berarti di tengah upaya mempertahankan gelar Premier League. Rentetan hasil kurang baik ini mempertebal kritik terhadap performa tim.

Terkini, Gary Neville melontarkan analisis keras yang menggambarkan masa Liverpool selaku ekspedisi penuh kesalahan yang terjalin berulang- ulang.

Masa yang Terus Menyusut Semenjak Akhir September

Liverpool sesungguhnya mengawali masa dengan yakin diri sehabis menghabiskan dana besar buat mendatangkan Florian Wirtz serta Alexander Isak. 5 kemenangan beruntun pernah jadi indikator dini positif.

Tetapi, performa itu tidak bertahan lama. Dalam 10 pertandingan liga selanjutnya, tim besutan Arne Slot cuma menang 2 kali serta saat ini tertahan di peringkat kedelapan dengan 23 poin dari 15 laga.

Tren negatif tersebut kembali nampak dikala mengalami Leeds, kala keunggulan 2- 0 melalui 2 gol Hugo Ekitike terhapus oleh gol- gol Dominic Calvert- Lewin serta Anton Stach.

Tulisan Alfredo Relano, jurnalis senior Spanyol, terus menjadi menguatkan kritik tersebut. Baginya, keahlian Alexander- Arnold dalam suasana bola mati tidak lumayan menutupi sedikitnya kontribusi si pemain dalam game terbuka.

Walaupun tiba ke Spanyol dengan tekad besar, apalagi berharap dapat bersaing memperebutkan Ballon d’ Or, tampaknya Alexander- Arnold belum mencatatkan gol atau assist di La Liga ataupun Liga Champions. Dia baru 2 kali bermain penuh serta pernah duduk di bangku cadangan dikala Madrid mengalahkan Barcelona saat El Clasico.

Liverpool Dapat Kritik Berulang Kali Ceroboh
raja botak

Pindahnya Alexander- Arnold

Pindahnya Alexander- Arnold dari Liverpool pula masih meninggalkan kekecewaan untuk para pendukung The Reds. Dia pernah kesekian kali melaporkan mau menghabiskan karier di Anfield, namun setelah itu memilah berangkat secara leluasa transfer, membuat klub cuma memperoleh kompensasi 10 juta lbs sterling.

Di Madrid, persaingan yang dialami Alexander- Arnold kian sengit. Dia berebut tempat dengan Dani Carvajal serta Federico Valverde, sebaliknya cedera pada dini masa ikut membatasi adaptasinya. Pelatih Xabi Alonso memohon publik bersabar serta memperhitungkan masa penyesuaian ini normal untuk pemain yang baru pindah ke luar negara buat awal kali.

Tetapi, tekanan yang dia hadapi bukan cuma soal performa. Ruang ubah Madrid dilaporkan terbelah menimpa sokongan terhadap Alonso. Beberapa pemain bintang, tercantum Vinicius Jr, Valverde, Brahim Diaz, Rodrygo, Endrick, serta Ferland Mendy. Dikabarkan kurang sesuai dengan style kepemimpinan si pelatih yang tegas serta penuh ketentuan.

Ketegangan memuncak dikala Vinicius Jr meledak dalam El Clasico, melaporkan keinginannya meninggalkan tim kala ditarik keluar. Sang winger bahkan tidak menyebut nama Alonso dikala mengantarkan permintaan maaf di media sosial, merangsang spekulasi besar menimpa konflik internal.

Dengan Real Madrid tertinggal 4 poin dari Barcelona pada klasemen Liga Spanyol. Keputusan Alonso buat senantiasa berikan keyakinan pada Alexander- Arnold ataupun mengubahnya dengan Valverde hendak jadi sorotan besar, paling utama sebab Carvajal masih absen sampai tahun depan.

Baca juga: Prediksi Skor Napoli vs Juventus 8 Des

Wajah Baru yang Belum Menanggapi Harapan

Liverpool masa ini nampak semacam bayangan dari tim juara masa kemudian. Mereka rapuh, kehabisan organisasi, serta jauh dari efisiensi yang dahulu jadi karakteristik khas di dasar Slot. Sementara itu, klub sudah menggelontorkan dekat 450 juta pounds buat menguatkan skuad.

Tetapi hasilnya belum proporsional. 2 rekrutan mahal, Florian Wirtz serta Alexander Isak, tiap- tiap senilai lebih dari 100 juta pounds, belum membagikan akibat nyata. Wirtz lebih kerap duduk di bangku cadangan, sedangkan Isak tampak tanpa kontribusi berarti.

Eks pemain Liverpool, Stephen Warnock, memperhitungkan terdapat banyak keputusan susah yang wajib diambil Slot.“ Szoboszlai nampak lebih sesuai bermain di posisi bek kanan serta masuk ke tengah, walaupun dia sendiri tidak menyukainya. Tetapi buat tim, itu dapat bekerja lebih baik,” katanya kepada BBC Radio 5 Live.

“ Frimpong berikan pengaruh besar dalam waktu pendek, sedangkan Ekitike tampak lebih bertenaga dibandingkan Isak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *