Dr Harold Long

Informasi Seputar Sepak Bola Terkini

Sports

Roma Vs Milan: Persaingan Ketat 1 – 1

Roma Vs Milan: Persaingan Ketat 1 – 1 .AC Milan wajib puas bawa kembali satu poin dari lawatan ke Stadion Olimpico, markas AS Roma, pada minggu ke- 22 Liga Italia 2025/ 2026. Duel sengit itu berakhir imbang 1- 1 pada Senin( 26/ 01/ 2026) dini hari Wib.

Rossoneri pernah unggul lebih dahulu melalui gol Koni De Winter di babak kedua. Tetapi, keunggulan tersebut lenyap sehabis Lorenzo Pellegrini berhasil mengeksekusi penalti buat Roma.

Hasil ini membuat Milan senantiasa bertahan di posisi kedua klasemen sedangkan Serie A dengan koleksi 47 poin dari 22 laga. Di sisi lain, Roma terus membuntuti di peringkat ketiga dengan 43 poin.

Walaupun kandas mencapai kemenangan, hasil ini senantiasa disambut positif oleh kubu Milan. Pelatih Massimiliano Allegri memperhitungkan satu poin dari Olimpico selaku hasil yang berharga.

Babak Awal Susah, Maignan Jadi Penyelamat

AC Milan hadapi kesusahan besar di babak awal akibat tekanan intens dari AS Roma. Selama 45 menit dini, Milan lebih banyak bertahan di zona sendiri.

Pressing kasar Roma membuat Milan kesusahan meningkatkan game serta menggunakan kesempatan. Suasana tersebut memforsir lini balik Rossoneri bekerja ekstra keras.

Beruntung untuk Milan, performa gemilang Mike Maignan di dasar mistar jadi pembeda. Kiper asal Prancis itu melaksanakan beberapa penyelamatan berarti buat melindungi gawangnya senantiasa nyaman.

Roma Vs Milan: Persaingan Ketat 1 - 1
empire88

Allegri mengakui kedudukan krusial Maignan dalam melindungi Milan senantiasa bertahan di pertandingan.“ Kami bermain bagus sepanjang 7 ataupun 8 menit awal, dengan game yang baik, walaupun terdapat sebagian suasana yang sepatutnya dapat kami perbaiki,” tuturnya pada DAZN, dikutip oleh SempreMilan.

” Setelah itu Roma tampak lebih kasar serta kami melupakan sebagian kesempatan vertikal, yang ialah keunggulan mereka; mereka lebih dahulu memperoleh bola- bola kedua. Maignan bermain bagus buat melindungi kami senantiasa dalam game,” pujinya.

Allegri Lumayan Puas, Satu Poin Dinilai Sangat Penting

Merambah babak kedua, Milan tampak lebih berani serta efisien dalam memahami bola. Pergantian pendekatan ini berbuah gol pembuka lewat sundulan Koni De Winter dari suasana sepak pojok.

Tetapi, keunggulan tersebut tidak bertahan lama sehabis Davide Bartesaghi melaksanakan handball di kotak penalti. Lorenzo Pellegrini setelah itu membandingkan peran dari titik putih pada menit ke- 74.

Hasil imbang ini membuat Milan memperpanjang rekor tidak terkalahkan mereka di Serie A. Rossoneri saat ini tidak terkalahkan dalam 21 pertandingan, dengan catatan 13 kemenangan serta 8 hasil imbang.

Allegri memperhitungkan hasil ini sangat berarti dalam persaingan papan atas.“ Babak kedua berbeda, kami tingkatkan keahlian teknis kami, namun mereka menyusut. Kami kembali dengan hasil yang baik, hasil imbang 1- 1 di Roma pada sesi masa ini sangat berarti: memperoleh satu poin dari Napoli serta melindungi jarak dengan Roma dalam 4 poin.”

Baca juga: Juventus vs Benfica: Nyonya Tua Wajib Menang

Si Kapten Penyelamat

Tertinggal satu gol, Roma mengurung pertahanan Rossoneri. Upaya mereka membuahkan hasil di menit ke- 74. Umpan silang Wesley menimpa tangan Davide Bartesaghi di kotak terlarang, memforsir wasit menunjuk titik putih.

Kapten Roma, Lorenzo Pellegrini, maju selaku eksekutor. Mengemban beban berat—mengingat Paulo Dybala sempat kandas penalti melawan Maignan di pertemuan awal masa ini—Pellegrini senantiasa tenang. Tembakannya pernah tertepis ujung jari Maignan, tetapi bola senantiasa meluncur deras ke gawang. Skor imbang 1- 1.

Di sisa laga, kedua tim silih serbu. Niklas Fullkrug( Milan) hampir mencetak gol kemenangan melalui sundulan, sedangkan debutan Roma, Lorenzo Venturino, pula tampak menjanjikan. Tetapi, skor imbang tidak berganti sampai peluit panjang. Cobain jadi no 1 dengan hadiah besar bersama empire88 link alternatif terbaik saat ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *