Dr Harold Long

Informasi Seputar Sepak Bola Terkini

Sports

Thibaut Courtois Kunci Real Madrid ke 16 Besar

Thibaut Courtois Kunci Real Madrid ke 16 Besar. Thibaut Courtois jadi salah satu wujud kunci dikala Real Madrid membenarkan tiket ke babak 16 besar Liga Champions. Kiper asal Belgia itu tampak solid kala Madrid menghilangkan Benfica pada leg kedua play off fase gugur.

Pertandingan di Santiago Bernabeu, Kamis( 26/ 2/ 2026) dini hari Wib, berakhir dengan skor 2 1 buat kemenangan tuan rumah. Hasil tersebut membuat Madrid unggul agregat 3- 1 serta melangkah ke fase gugur selanjutnya.

Madrid pernah terletak dalam tekanan sehabis tertinggal lebih dahulu pada dini laga. Gol Aurelien Tchouameni serta Vinicius Junior setelah itu membalikkan kondisi.

Tidak hanya mengalahkan Benfica, Courtois pula menyinggung kemampuan lawan Real Madrid di babak 16 besar. Dia menegaskan timnya telah mempunyai cerminan jelas terpaut tantangan selanjutnya di Liga Champions.

Penyesuaian di Tengah Tekanan Awal

Real Madrid mengalami suasana susah pada dini pertandingan sebab pendekatan taktik lawan. Benfica tidak memakai penyerang sayap kanan sehingga menghasilkan permasalahan dalam organisasi bertahan Madrid.

Tekanan tersebut membuat Madrid kesusahan mengendalikan game saat sebelum turun minum. Suasana berganti sehabis tim melaksanakan penyesuaian pada babak kedua.

“ Mereka tidak bermain dengan penyerang sayap kanan serta itu menghasilkan permasalahan untuk kami. Pada babak kedua kami sanggup membiasakan diri, namun pada babak awal kami lumayan mengidap,” ucap Courtois.

“ Kami pula kurang beruntung pada gol mereka. Tetapi sehabis itu game membaik serta kami sanggup membalikkan kondisi,” tutur Courtois.

Minggu kemudian, terjalin dugaan pelecehan terhadap Vinicius. Mourinho malah menuai kritik sebab lebih menyoroti selebrasi si winger dibanding fokus pada substansi insiden yang terjalin. Banyak pihak memperhitungkan pernyataannya terkesan membetulkan aksi Prestianni.

Perspektif Courtois

Melansir Football Espana, Courtois juga membagikan perspektif dari dalam lapangan. Ia mengatakan kalau keputusan buat melanjutkan pertandingan seluruhnya terletak di tangan Vinicius.

” Ini merupakan momen yang pas untuk sepak bola buat mengakhiri hal- hal semacam ini. Kita ketahui apa yang Vinicius katakan kepada kita… serta ini merupakan suatu yang sudah terjalin berulang kali. Kita wajib menghentikannya. UEFA yang hendak memutuskan…,” ucap Thibaut Courtois.

Ia menegaskan, rekan setimnya itu memiliki kuasa penuh buat memastikan apakah laga dilanjutkan ataupun tidak.

Thibaut Courtois Kunci Real Madrid ke 16 Besar
naga empire

” Mereka terus menjadi hari terus menjadi baik. Pada kesimpulannya, perkaranya merupakan pada dikala itu, Vinicius- lah yang memutuskan apakah kita hendak kembali bermain; sebab bila ia berkata tidak, kita hendak memikirkan buat berangkat. Serta setelah itu terserah kepada petugas UEFA buat memutuskan apa yang terjalin dengan pertandingan tersebut,” ucap Thibaut Courtois.

Courtois pula menyinggung tanggung jawab aparat pertandingan terpaut suasana di tribun.

” Menimpa suasana di tribun pemirsa, itu merupakan alibi buat menghentikan pertandingan serta mengusir orang- orang tersebut. Namun pasti saja, tidak normal untuk seseorang pemain buat memandang apa yang terjalin di tribun; itu merupakan tanggung jawab wasit. Serta pihak berwenang wajib dipanggil. Kita butuh menyudahi berlagak bodoh selaku warga,” tandas Thibaut Courtois.

Baca juga: Prediksi Bologna vs Brann 27 Feb

Mourinho merupakan Mourinho

Dikala dimohon menjawab pendapat Mourinho yang menyebut kalau dengan Eusebio selaku ikon klub, Benfica tidak bisa jadi rasis serta melaporkan kalau itu merupakan permasalahan di mana juga Vinicius terletak, di tiap stadion, Courtois tidak menahan diri.

” Yah, Mourinho tetaplah Mourinho, serta selaku seseorang manajer, Kamu hendak senantiasa membela klub Kamu. Namun aku merasa tersendat sebab selebrasi Vinicius digunakan buat menyerangnya,” tutur Thibaut Courtois.

” Itu mengecewakan. Sebab kala Real Madrid kebobolan, ejekannya berlipat ganda ataupun 3 kali lipat. Itu telah terjalin, serta kita wajib melupakannya. Itu telah terjalin, serta kita tidak dapat membetulkan dugaan aksi rasisme cuma sebab suatu selebrasi,” imbuh ia.

Pendapat itu seakan jadi penegasan kalau apa juga konteksnya, dugaan aksi rasis ataupun diskriminatif tidak dapat ditoleransi. Prestianni sudah menerima larangan sedangkan satu pertandingan dari UEFA sepanjang investigasi berlangsung. Bila banding Benfica dikabulkan serta dia kembali bermain, Courtois mengaku belum ketahui gimana perilaku timnya.

“ Ini merupakan suatu yang belum kami diskusikan selaku pemain. Kita amati saja apa yang hendak kita putuskan selaku tim,” ucap ia. Ayo menangkan hadiah besar bersama naga empire link gaming online paling resmi terpercaya saat ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *